Nasionalis Religius ?
Duabuah kata yang tiba – tiba jadi marak dicari oleh para mahasiswa,aktivis,pemuda, di searching google,literatur,yahoo,sekedar bahan diskusi,ngobrol dan lain lain.Khususnya dari kawan-kawan, network kawan ataupun saya sendiri. Gugahan ini amat drastis bagi kami di saat ini khususnya saya-sekali lagi- mengulang – bahwa ternyata diperlukan adanya sebuah “penjelasan,latar belakang dan kekhususan dan kekhusyukan memahami tentang nasionalis religius ini ” .
Sewaktu wacana ini mengemuka, dan secara memang sudah juga sy prediksi sebelumnya.Tokh akhirnya pengemukaan mengenai wacana nasionalis – religius semakin dalam. Beberapa faktor bisa saja mempengaruhi orang untuk belum bisa menerima penafsiran singkat yang menceritakan mengenai hal ini . Terutama kalangan akademisi,mahasiswa yang menginginkan tinjauan dan aspek sejarah,filosophis,dll yang melingkari dua makna ini yang “diklaim” oleh Partai Demokrat .
Satu hal memang hal ini menjadi tulisan yang juga berada di dalam attribut atau bendera di Partai Demokrat ( Indonesia ) yang didirikan oleh SBY yang saat ini menjadi Presiden Republik Indonesia . Singkat saja, bahwa pengejawantahan mengenai hal ini pasti akan bersinggungan dengan dimensi negara , yakni nasionalisme (rasa memilki,cinta tanah air-bisa diartikan mengenai hubungan kemasayarakatan-lebih dalam dan lebih ekstrem adalah menjadi paham yang sangat cinta tanah air dan menjadi aliran,plus pemaknaan lain – lain) sisi lain juga mengemukakan mengenai religius yakni(kehidupan beragama,yang berketuhanan,maha suci dan transenden, sesuatu yang sangat private,pribadi dan merupakan bagaimana manusia melangkah dalam kaidah – kaidah kepercayaan yang dianutnya,sebagai panduan untuk dapat berjalan dalam tracknya di masyarakat) . Toh artinya bisa beragam dan dilihat dari sudut pandang yang masing -masing bisa lihat dan beri pendapat .
Nasional+isme atau semua yang meyakini mengenai apapun yang memilki isme (sekalipun komunisme) sangat dipastikan memiliki rasa dan tujuan yang baik , mulia dalam persepsinya mereka dan atas dasar keyakinan tersebut untuk mencapai cita – cita , kesejahteraan dan pembuktian melalui isme yang dimilki nya sebagai sebuah jalan dan cara .
Saya sebagai anak indonesia, kemarin sore, hanya memang mencoba mengajak segenap komponen masyarakat,mahasiswa,pelajar dan bangsa dalam organisasi yang akan kami bentuk : gerakan mahasiswa nasionalis religius ( GMNR ) . Cita – Cita saya kalau boleh saya sedikit menggambarkan mengenai gagasan GMNR ini adalah akan menjadi sebuah organisasi yang dimilki oleh kaum agent of change ( mahasiswa, pemuda,pelajar ) yang dalam usianya adalah transformasi dari jenjang usia yang akan terus bertambah dan memilki semangat juang , semangat untuk dapat melakukan sebuah perubahan pada arah bangsa, berperan dan bisa memberi jalan kepada adik – adiknya bahwa masa depan indonesia adalah cerah, bahagia, penuh lapangan kerja, kesehatan terjami , kesejahteraan , tidak ada intimidasi , kedamaian, kebebasan yang bertanggung jawab , bersih , berkarya, intelektual …….
Berikan kebebasan untuk ruang – ruang tersebut , ruang ruang bagi karya yang bisa ditorehkan , digagas, diselamatkan. Mungkin potret potret kegelapan , kemiskinan dan kebobrokan sudah usai dengan lahirnya GMNR !
Salam , Akmal B.Y ( GMNR way )